Kerinduan-ku
Heningnya malam di Kota Asing
Di tempat ku berada
Di sebuah rumah kecil nan artistic
Sebagai tempat persinggahanku di kota ini
Gemerlapnya lampu jalanan
Terangnya lampu di sepanjang teras rumah
Ku buka sedikit jendela kamarku
Menghirup dinginnya udara malam
Berbaring ku di bed kasur kecilku
Memiringkan tubuh memeluk gulingku
Sejenak merehatkan diri dari aktivitas rutinku
Menikmati semilirnya angin yang masuk dari jendela itu
Mensyukuri setiap nikmat yang Tuhan berikan kepadaku
Sungguh, nikmat Tuhan manakah yang aku dustakan
Segalanya telah Dia berikan dan Dia kabulkan
Tiada satu pun yang terlewatkan
Anugrah-Nya begitu besar
Hingga akupun jatuh cinta pada-Nya
Aku mencintai-Nya
Mencintai Dia sang pencipta kehidupan
Mencintai Dia sebagai sebaik-baiknya penjaga
Mencintai Dia karna kasih dan sayang-Nya
Hingga aku pun berpikir
Tentang satu nikmat yang sangat besar
Namun belum bisa ku mensyukuri
Nikmati apa itu?
Kasih sayang seorang ibu
Ibu
Maafkanlah anakmu
Yang selalu mengecewakanmu
Yang terkadang menganggapmu kurang penting dalam hidup
Mengabaikanmu dan tak mengabarimu
Ampunilah anakmu ibu
Percayalah ibu
Aku tak sanggup bila hidup tanpamu
Tanpa kasih sayangmu
Tanpa peluk hangatmu
Kaulah yang selalu ada disetiap tetesan air mataku
Kaulah yang selalu menguatakanku
Kaulah yang selalu sabar dengan sifat burukku
Kaulah yang selalu mengerti kekuranganku
Ibu
Ku sangat menyayangimu
Ku sangat sangat menyayangimu
Ku tak sanggup bila hidup tanpamu
Meneteslah air mataku di malam itu
Karena ku sangat merindukan ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar